Kapan dong tambah adeknya?

Masih kuliah, ditanya kapan lulus

Udah lulus, ditanya kapan kawin

Udah kawin, ditanya kapan punya anak

Udah punya anak, kapan tambah lagi

Kapan mantu

Kapan punya cucu

………

zzzzzzzzzzz

Hi Buuunn..

Saya selalu membayangkan kayanya enak kalo di hari tua nanti bisa berkumpul dengan anak dan cucu dalam sebuah keluarga besar, seperti umi (baca: nenek) saya. Tapi, membayangkan tanggung jawab dan tenaga yang saya punya, kayanya biarkan saja bayangan tadi sekedar menjadi bayang-bayang.

Terus niih, kalo memang mau lebih dari satu, mungkin lebih enak kalo umurnya deketan, karena bisa mendidik sekaligus, adek-kakak lebih cocok untuk main bareng, jadi ga ngerecokin mamanya. hahaahh.. Downside: Capeknya di-polin.

Kalo umurnya jauh, bisa enjoy dulu yang satu, load lebih ringan, tapi downside: khawatir seiring nambahnya umur semangatnya malah berkurang dan nambah lama rentang waktu punya anak yang cenderung masih dependent.

Pikiran saya kurleb begitu. Bisa bener, bisa salah.. Nah, kebetulan saya nemu ringkasan menarik dari sebuah majalah tentang topik ini. So let us peer into a crystal ball and see what the future might hold. Kira-kira apa yang si anak sulung sedang lakukan waktu adeknya lahir.

Pada umur 18 bulan, si anak sulung mungkin..

  • Sudah lebih jago jalan, berlari, dan memanjat walaupun mungkin masih sering jatuh.
  • Mulai pinter makan sendiri dan pake cup.
  • Tidur siang dan kemungkinan masih tidur di cot.
  • Belum siap toilet training.
  • Bisa mendemonstrasikan kosakata kecil sebanyak kurang-lebih 20 kata (terutama kata “nggak”) dan bisa memberi instruksi sederhana.
  • Mengerti kata-kata tunggal atau frase dua kata yang anda gunakan.
  • Mengalami separation anxiety waktu kamu meninggalkan dia.
  • Suka menerima perhatian khusus, terutama dari orang tuanya.
  • Menunjukan rasa kesal dan tantrum.
  • Lebih senang sibuk sendiri, daripada bermain dengan anak lain dalam jangka waktu yang tidak lama.
  • Kemungkinan cemburu dan sibling rivalry lebih rendah. Justru nyambung main bareng dengan adeknya sampai besar.

Untuk bisa punya anak-anak dengan jarak umur 18 bulan, anda bisa coba untuk conceive ketika si kakak umur 9 bulan.

Pada umur 2 taun, si anak sulung mungkin…

  • Berjalan, berlari, dan memanjat dengan PD (lebih jarang jatuh).
  • Sudah lebih pintar makan sendiri dan menggunakan cup.
  • Makanan lebih bervariasi.
  • Masih tidur siang, tapi sudah pindah dari cot ke tempat tidur.
  • Mulai tertarik toilet training.
  • Bisa pake dan buka baju atau sepatu sendiri.
  • Membuat kalimat pendek dan mengekspresikan pendapat, walaupun sedikit kurang jelas.
  • Bisa menjawab atau menanyakan pertanyaan sederhana, mengikuti instruksi sederhana dan mengerti penjelasan dasar.
  • Mulai kepengen mandiri.
  • Menunjukan kekesalan dan tantrum ketika tidak dimengerti atau ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.
  • Develop a working memory.
  • Mulai membuka diri untuk main bareng  anak lain tapi masih sibuk sendiri dari temannya dan senang diperhatikan.
  • Menikmati peran sebagai kakak dan tumbuh bermain dengan baik dengan adik yang umurnya dekat.

Untuk bisa punya anak-anak dengan jarak umur 2 taun, anda bisa coba untuk conceive ketika si kakak umur 15 bulan.

Pada umur 2,5 taun, si anak sulung mungkin…

  • PD dan mampu secara fisik.
  • Bisa makan sendiri dengan baik dan pegang cup.
  • Menikmati lebih banyak variasi makanan.
  • Masih tidur siang, tapi sudah tidur di tempat tidur.
  • Tertarik atau mungkin sudah mulai toilet training.
  • Pake dan lepas baju atau sepatu sendiri.
  • Kosakata bertambah banyak, bisa membuat kalimat yang sedikit lebih rumit, dan bisa mengekspresikan diri lebih baik.
  • Paham apa yang anda katakan dan bisa diberikan pengertian dengan lebih mudah.
  • Mau diberikan arahan dan mengikuti instruksi sederhana.
  • Lebih nyaman bersama orang lain lebih lama (Berarti lebih enak untuk dititip-titip) 😀
  • Enjoy some independence.
  • Masih gampang kesel dan tantrum
  • Lebih bisa memahami perasaan orang lain.
  • Mengembangkan ingatan jangka panjang dan sense of humor.
  • Lebih tertarik untuk main bareng anak lain, tapi tetap lebih sering main sendiri.
  • Kurang senang berbagi mainannya dan perhatian anda.
  • Senang jadi kakak, bisa membantu tugas-tugas kecil dan mulai cocok main dengan satu sama lain.

Untuk bisa punya anak-anak dengan jarak umur 2,5 taun, bunda bisa coba untuk conceive ketika si kakak umur 21 bulan.

Pada umur 3 taun, si anak sulung mungkin…

  • PD secara fisik dan mulai terampil menggunakan tangannya.
  • Makan dan minum sendiri, bahkan mengambil makanan dan minuman sendiri.
  • Masih ada tidur siang, tapi mungkin mulai perlahan ditinggalkan.
  • Bisa ke toilet sendiri dan mulai toilet trained.
  • Tidur di tempat tidur besar.
  • Bisa pake sebagian besar baju dan sepatunya.
  • Kosakata yang banyak, lebih nyambung diajak ngobrol, dan mengkomunikasikan kebutuhannya.
  • Mengeri dan mengikuti instruksi yang lebih mendetil.
  • Lebih pintar mengekspresikan emosinya dan menyadari perasaan orang lain.
  • Menikmati kemandiriannya dan nyaman bersama orang lain.
  • Mulai keras kepala atau demanding dalam beberapa waktu dan sesekali tantrum.
  • Ingatan, imajinasi, dan sense of humor yang baik.
  • Mau main bareng tapi masih sedikit posesif dengan mainannya.
  • fokus lebih lama dalam suatu aktivitas.
  • Senang jadi kakak, bisa membantu tugas-tugas kecil dan mulai cocok main dengan satu sama lain.

Untuk bisa punya anak-anak dengan gap umur 3 taun, bunda bisa coba untuk conceive ketika si kakak umur 27 bulan.

Nah, perlu digaris bawahi perkiraan diatas hanyalah perkiraan. Jadi kalo tadi bacanya sambil “aaah.. anakku umur segini gak gini ah”, KAN SAYA BILANG JUGA PERKIRAAN!! hahaaah kok ngambek.

Dan tetap saja ada faktor-faktor pertimbangan lain diluar dari kondisi anak pertama. Setiap keluarga akan punya gambaran yang berbeda mengenai jarak umur yang ideal. Itu pun lagi-lagi manusia boleh berencana, tapi tuhan yang menentukan. Ada yang bisa berjalan sesuai rencana, ada yang mungkin tidak direncakan (contohnya kalo kebobolan, qiqiqiqi)

Yang pasti apapun hasilnya, mudah-mudahan kita semua bisa enjoy dan bersyukur dengan satu anak, dua, tiga, empat, lima, atau mungkin yang masih mencoba tapi belom punya anak. There’s always a bright side, right?

(ngemeng sih gempeng)

 

 

Perkiraan jarak umur dirangkum dan diterjemahkan (secara asal) dari majalah Oh Baby! issue 35, Karya tulis Hannah Davidson.

Photo credit: Charlie and Lola

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s