Alesan saya males baca berita

Disclaimer: Tulisan kali ini perlu diakui memang dilatar-belakangi dengan ke’enek’an atas headline berita di tanah air, yang selalu menjadi obrolan dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun.

Sejak sekitar 2-3 tahun kebelakang, saya memang sudah malas mengikuti berita Indonesia, alasannya satu: bikin sumpek hati. Dan lagipula tidak banyak manfaatnya, karena toh jujur saja (silahkan sebut saya skeptis) saya merasa tidak bisa membuat perubahan signifikan.

eb04d7a118f9886e0c9305e9f6ecded0

Gimana tidak, keywords beritanya lebih sering seputar ‘Pemerkosaan’, ‘Korupsi’, ‘Penculikan’, ‘Demo’, gosip artis ga penting, dan paling banyak didominasi berita negatif mengenai politik. Kadang heran juga sih, kenapa dunia nyata yang saya lihat dan rasakan berbanding kontras dengan berita.

Maksudnya gimana?

Alhamdulillah, selama saya di Indonesia saya bisa menjalani hidup cenderung normal, aman, dalam lingkungan orang-orang baik. Tapi karena berita, banyak orang yang hidup dalam teror. Kalo bahasanya Vicky mantannya Gotik, Mempertakut. Yak, berita-berita kebanyakan mempertakut masyararakat. Bikin parno dan pesimis sama bangsa sendiri.

b16a584ae4ec7aa9fa8718886131ae43

Padahal kenyataannya, terlepas dari memang ada kasus-kasus buruk yang menimpa banyak orang, tapi mari kita renungkan dan syukuri bahwa lebih banyak lagi yang sejauh ini selamat dari musibah. Lihat sekeliling kita, apakah lebih banyak dari keluarga dan orang-orang yang kita benar-benar kenal tertimpa hal-hal buruk seperti yang diberitakan? Sedangkan kita hidup dihantui dengan kekhawatiran dari gambaran apa-apa yang pernah kita baca atau lihat di berita.

Saya bukan mau memungkiri kenyataan bahwa musibah dan kejahatan memang banyak terjadi, tapi poin yang ingin saya tekankan lebih kepada garis besar kehidupan sehari-hari di Indonesia. Coba bayangkan kehidupan orang-orang di negara perang atau yang dilanda kelaparan. Itu lah negara yang benar-benar ditimpa musibah. Bayangkan diri kita sendiri dalam posisi mereka yang hidup dalam rasa takut akan kehilangan nyawa setiap saat, hari-hari yang diiringi bunyi tembakan dan bom. Dan ada juga yang hidup mempertanyakan apakah nanti malam bisa makan, anak-anak busung lapar, kering kerontang, ingin minum pun tidak ada air bersih.

Saya yakin setidaknya orang-orang yang bisa membaca tulisan saya ini tinggal di sebuah rumah, bukan di pinggir jalan; punya handphone; bisa makan di cafe; mampu beli baju baru; dan kemewahan lain yang sering dianggap sepele. Mudah-mudahan juga keluarga dan orang-orang terdekat kita dilindungi Tuhan dari hal-hal yang tidak diharapkan. Jadi kalaupun merasa keadaan di Indonesia sangat parah, sebenarnya ada jutaan orang termasuk diri kita sendiri yang bisa menolong. Daripada capek merasa tinggal di negara yang kondisinya tidak ideal, padahal kita paling minimal bisa kasih makan orang miskin, kenapa harus fokus pada hal yang bikin hati ga enak, pikiran runyam.

Kembali pada judul tulisan kali ini, saya lagi males baca berita di Indonesia karena saya mau keluar dari sumur kesumpekan, tarik napas segar, lihat sekeliling, mensyukuri orang-orang yang saya sayangi dilindungi Allah SWT (dan mudah-mudahan seterusnya), sambil memberi apa saja yang saya mampu untuk menolong (tidak perlu banyak, tapi minimal untuk satu orang, dan mudah-mudahan bisa selalu bertambah).

Mudah-mudahan akan lebih banyak portal berita baik, dimana prestasi atlit lebih banyak dibahas, kisah sukses anak bangsa memenuhi headline berita, good acts of kindness menjadi temanya. Saya rasa kita sudah terlalu sering mendengar berita buruk, tidak banyak yang tergerak untuk membuat perubahan, lebih banyak yang menjadi paranoid.

shutterstock_158126879

Mungkin sekarang saatnya kita mendapat lebih banyak inspirasi dan motivasi positif.

b5c32efba58f8deba99f9aafe7c62f40

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s